Bidan menilai secara tepat bahwa persalinan sudah mulai, kemudian memberikan asuhan dan pemantauan
yang memadahi, dengan memperhatikan kebutuhan klien, selama proses persalinan berlangsung.
Bidan melakukan pertolongan persalinan yang aman dengan sikap sopan dan penghargaan terhadap klien
serta memperhatikan tradisi setempat.
3.
Pengeluaran
plasenta dengan penegangan tali pusat
Bidan melakukan penegangan tali pusat dengan benar untuk
membantu pengeluaran plasenta dan selaput ketuban secara lengkap
4.
Penanganan kala
II dengan gawat janin melalui episiotomi.
Bidan mengenali secara tepat tanda-tanda gawat janin
pada kala II yanglama, dan segera melakukan episiotomi dengan aman untuk
memperlancar persalinan, diikuti dengan penjahitan perineum
Sampai saat ini belum ada pendidikan khusus untuk menghasilkan tenaga bidan yang berkerja di komunitas. di indonesia pendidikan bidan yang ada sekarang diarahkan untuk menghasilkan bidan yang mampu bekerja di desa.Bidan yang bekerja di desa, puskesmas, maupun puskesmas
pembantu dilihat dari tugas-tugasnya berfungsi sebagai bidan komunitas. Persiapan bidan dalam memberikan asuhan intranatal di komunitas adalah harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya terutama dari
segi kompetensi, sehingga dapat memberikan pelayanan persalinan yang bersih dan aman serta tahu saat yang dapat
untuk merujuk kasus-kasus kegawatdaruratan. Dengan demikian bisa
menyelamatkan ibu dan bayi dan dapat menurunkan AKI. Persiapan bidan meliputi: (Saefudin,
2002)
1.
Menilai secara
tepat bahwa persalinan sudah dimulai, kemudian memberikan asuhan dan pemantauan
yang memadai dengan memperhatikan kebutuhan ibu selama proses persalinan.
3.
Persiapan
perlengkapan, bahan-bahan dan obat-obatan yang diperlukan dan pastikan kelengkapan jenis
dan jumlah bahan-bahan yang diperlukan serta dalam keadaan siap pakai pada setiap persalinan dan kelahiran bayi.
4.
Mempersiapkan
persiapan rujukan bersama ibu dan keluarganya. Karena jika terjadi
keterlambatan untuk merujuk ke fasilitas yang lebih memadai dan
membahayakan keselamatan ibu dan bayinya. Apabila itu dirujuk, siapkan dan sertakan dokumentasi
asuhan yang telah diberikan.
5.
Memberikan
asuhan sayang ibu, seperti memberi dukungan emosional, membantu pengaturan posisi ibu,
memberikan cairan dan nutrisi, memberikan keleluasan untuk menggunakan kamar mandi
secara teratur, serta melakukan pertolongan persalinan yang bersih dan aman dengan teknik pencegahan infeksi.
C.
Persiapan rumah dan lingkungan
1.
Tersedia
ruangan yang bersih dan layak
2.
Terdapat sumber
air bersih, air panas dan air dingin
3.
Tersedianya
penerangan yang baik, ranjang sebaiknya diletakan ditengah-tengah ruangan agar mudah didekati dari kiri maupun kanan,dan cahaya
sedapat mungkin tertuju pada tempat persaalinan.
4.
Terdapat
fasilitas telepon yang bisa diakses untuk menghubungi ambulan jika
diperlukan saat melakukan rujukan atau tersedianya mobil yang bisa digunakan saat diperlukan untuk
merujuk. Persiapan untuk mencegah terjadinya kehilangan panas tubuh berlebihan,perlu
disiapkan juga lingkungan yang sesuai bagi bayi baru lahir dengan memastikan bahwa ruangan bersih,
hangat, pencahayaan yang cukup dan bebasdari tiupan angin. Apabila lokasi
tempat tingggal ibu di daerah pegunungan atau yang beriklim dingin, sebaiknya sediakan minimal 2
selimut, kain atau handuk yang kering dan bersih untuk mengeringkan
dan menjaga kehangatan tubuh bayi.
Pada intinya untuk persiapan
Rumah dan lingkungan dapat dibedakan menjadi berikut :
1.
Situasi dan
Kondisi
Situasi dan kondisi yang harus
diketahui oleh keluarga, yaitu :
a.
Rumah cukup
aman dan hangat
c.
Tersedia air mengalir
d.
Terjamin
kebersihannya
e.
Tersedia sarana
media komunikasi
2.
Rumah
a.
Ruangan
sebaiknya cukup luas
b.
Adanya
penerangan yang cukup
c.
Tempat nyaman
Persiapan untuk pertolongan persalinan
a. Tensimeter
b. Stetoskop
c. Monoaural
d. Jam yang mempunyai detik
e. Termometer
f. Partus set
g. Heacting set
h. Bahan habis pakai (injeksi oksitosin, lidokain, kapas, kasa, detol/lisol)
i.
Set
kegawatdaruratan
j.
Bengkok
k. Tempat sampah basah,kering dan tajam
l.
Alat –alat
proteksi diri
E.
Persiapan ibu dan keluarga
Persalinan adalah saat yang menegangkan bahwa dapat menjadi
saat yang menyakitkan dan menakutkan bagi ibu. Upaya untuk mengatasi gangguan
emosional dan pengalaman yang menegangkan dapat dilakukan dengan asuhan sayang
ibu selama proses persalinan. Adapun persiapan ibu dan keluarga diantaranya:
1.
Waskom besar
2.
Tempat/ember
untuk penyediaan air
3.
Kendil atau
kwali untuk ari-ari
4.
Tempat untuk
cuci tangan (air mengalir)+sabun+handuk kering
5.
Satu kebaya (daster)
6.
Dua kain
panjang, satu untuk ibu dan satu untuk ditaruh diatas alas plastik atau
karet.
7.
BH menyusui
8.
Pembalut
9.
Satu handuk
10.
Sabun
11.
Dua waslap.
12.
Perlengkapan
pakaian bayi
13.
Selimut bayi
14.
Kain halus
atau lunak untuk mengeringkan dan membungkus bayi
F.
Manajemen Kebidanan Pada Ibu Intra Natal
Asuhan intranatal
yang diberikan harus baik dan benar sesuai dengan standar, sehingga dapat
membantu menurunkan angka kematian atau kesakitan ibu dan bayi.
1.
Intranatal Di Rumah
a.
Asuhan Persalinan Kala I
Bertujuan untuk memberikan pelayanan kebidanan yang
memadai dalam pertolongan persalinan yang bersih dan aman. Bidan perlu
mengingat konsep tentang konsep sayang ibu, rujuk bila partograf melewati garis
waspada atau ada kejadian penting lainnya.
b.
Asuhan Persalinan Kala II
Bertujuan memastikan proses persalinan aman, baik untuk
ibu maupun bayi. Bidan dapat mengambil keputusan sesegera mungkin apabila
diperlukan rujukan.
c.
Asuhan Persalinan Kala III
Bidan sebagai tenaga penolong harus terlatih dan terampil
dalam melakukan manajemen aktif kala III. Hal penting dalam asuhan persalinan
kala III adalah mencegah kejadian perdarahan, karena penyebab salah satu
kematian pada ibu.
d.
Asuhan Persalinan Kala IV
Asuhan persalinan yang mencakup pada pengawasan satu
sampai dua jam setelah plasenta lahir. Pengawasan/observasi ketat dilakukan
pada hal-hal yang menjadi perhatian pada asuhan persalinan kala IV.
2.
Kegawatdaruratan Persalinan
a.
Jangan menunda
untuk melakukan rujukan
b.
Mengenali masalah dan memberikan
instruksi yang tepat
c.
Selama proses merujuk dan menunggu
tindakan selanjutnya lakukan pendampingan secara terus menerus
d.
Lakukan observasi Vital Sing secara ketat
e.
Rujuk segera bila terjadi Fetal Distress
f.
Apabila memungkinkan, minta bantuan
teman untuk mencatat riwayat kasus dengan singkat



0 komentar:
Posting Komentar