Rabu, 11 Juni 2014

EPIDIOMOLOGI PELAYANAN KEBIDANAN


A. Pengertian
Epidemiologi merupakan suatu cabang ilmu kesehatan untuk menganalisis sifat dan penyebaran berbagai masalah kesehatan dalam suatu penduduk tertentu serta mempelajari sebab timbulnya masalah serta gangguan kesehatan tersebut untuk tujuan pencegahan maupun penanggulangannya. (Noor, 2000).
Epidemiologi berasal dari kata Yunani, dan secara harfiah berarti:
Epi= di atas/ di antara/ yang ada diantara Demos = populasi, orang, masyarakat, Logos = ilmu.
Jadi epidemiologi secara bebas diartikan sebagai ilmu yang mempelajari sesuatu (penyakit) yang ada di antara (yang melanda) masyarakat/populasi atau ilmu yang mempelajari epidemi/wabah dengan tujuan mengendalikannya dan mencegah terulangnya kembali. (Slamet, 2005).
Epidemiologi kebidanan atau boleh disebut sebagai epidemiologi dalam layanan kebidanan ialah epidemiologi yang mengkaji tentang distribusi dan determinan morbiditas dan mortalitas dalam bidang kebidanan secara komprehensif. Artinya secara menyeluruh menyangkut seluruh sistem kebidanan termasuk kesehatan ibu dan anak.

B.  Tujuan
Tujuan epidemiologi dalam kebidanan yaitu:
1.   Untuk mengidentifikasi etiologi atau penyebab penyakit atau faktor-faktor risiko terjadinya penyakit yang biasa menyerang ibu selama masa kehamilan, persalinan dan masa nifas (42 hari setelah persalinan) serta pada bayi dalam kandungan hingga dilahirkan sampai masa balita.
2.   Bertolak dari nomer 1 tersebut diatas, diharapkan akan didapatkan teknik pencegahannya.
 C.  Manfaat
1.    Untuk mempelajari riwayat penyakit
a.   Epidemiologi mempelajari tren penyakit untuk memprediksi tren penyakit yang mungkin akan terjadi.
b.   Hasil penelitian epidemiologi dapat digunakan dalam perencanaan pelayanan kesehatan dan kesehatan masyarakat.
2.    Diagnosis masyarakat
Penyakit, kondisi, cedera, gangguan, ketidakmampuan, defek/cacat apa sajakah yang menyebabkan kesakitan, masalah kesehatan, atau kematian di dalam suatu komunitas atau wilayah.
3.    Mengkaji risiko yang ada pada setiap individu karena mereka dapat mempengaruhi kelompok maupun populasi.
a.   Faktor risiko, masalah, dan perilaku apa sajakah yang dapat mempengaruhi kelompok atau populasi.
b.   Setiap kelompok dikaji dengan melakukan pengkajian terhadap faktor risiko dan menggunakan tekhnik pemeriksaan kesehatan, misalnya risiko kesehatan, pemeriksaan , skrining kesehatan, tes kesehatan, dll.
4.    Pengkajian, evaluasi, dan penelitian
a.   Sebaik apa pelayanan kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan dalam mengatasi masalah dan memenuhi kebutuhan populasi atau kelompok.
b.   Untuk mengkaji keefektifan, efisiensi, kualitas, kuantitas, akses, ketersediaan layanan untuk mengobati, mengendalikan atau mencegah penyakit, cedera, ketidakmampuan atau kematian.
5.    Melengkapi gambaran klinis
a.   Proses identifikasi dan diagnosis untuk menetapkan bahwa suatu kondisi memang ada atau bahwa seseorang memang menderita penyakit tertentu.
b.   Menentukan hubungan sebab akibat misalnya radang tenggorokan dapat menyebabkan demam rematik.
6.    Identifikasi sindrom
Membantu menyusun dan menetapkan kriteria untuk mendefinisikan sindrom, misalnya sindrom down, fetal alcohol, kematian mendadak pada bayi.

7.    Menentukan penyebab dan sumber penyakit
Temuan epidemiologi memungkinkan dilakukannya pengendalian, pencegahan, dan pemusnahan penyebab penyakit, kondisi, cedera, ketidakmampuan atau kematian. (Timmreck, 2004).

D.  Terjadinya Penyakit/Masalah Kesehatan
Masalah kesehatan yaitu sebagai hasil akhir interaksi antara penjamu, agen dan lingkungan. Berikut uraian tentang penjamu, agen, dan lingkungan.
1.      Penjamu ( Ibu Hamil )
Adalah faktor yang terdapat pada diri manusia yang dapat mempengaruhi timbulnya serta perjalanan suatu penyakit. Faktor tersebut banyak macamnya, antara lain :
a.   Faktor keturunan
Dalam dunia kebidanan dikenal berbagai penyakit yang dapat diturunkan seperti penyakit alergi, kelainan jiwa, dan beberapa penyakit kelainan darah.
b.   Mekanisme pertahanan tubuh
Jika pertahanan tubuh baik maka dalam batas – batas tertentu beberapa jenis menyakit akan dapat diatasi.
c.   Umur
Pada ibu hamil yang primigravida dibawah umur 20 tahun rentan terjadi abortus, ini di sebabkan karena sistem reproduksinya yang belum matang.
d.   Jenis kelamin
Beberapa penyakit tertentu ditemukan hanya pada jenis kelamin tertentu saja misalnya kanker serviks atau tumor ovarium hanya ditemukan pada wanita.
e.   Ras
Beberapa ras tertentu diduga lebih sering menderita beberapa penyakit tertentu misalnya penyakit hemofili yang lebih banyak ditemukan pada orang barat, atau rhesus negatif yang prosentasenya lebih banyak pada oraang barat.
f.    Status perkawinan
Status perkawinan tentu berpengaruh terhadap kesehatan seseorang, misalnya orang yang sudah menikah berkali-kali tentu mempunyai risiko yang lebih besar terhadap penyakit sistem reproduksi dibandingkan dengan orang yang baru menikah satu kali.
g.   Pekerjaan
Para manajer yang memimpin suatu perusahaan lebih sering menderita penyakit ketegangan jiwa daripada bawahan.
h.   Kebiasaan hidup
Seseorang yang biasa hidup kurang bersih tentunya lebih mudah terkena penyakit infeksi.
2.      Agen ( hasil konsepsi)
Yaitu janin atau fetus yang ada dalam kandungan  ibu hamil.
3.      Lingkungan
Adalah lingkungan sosial budaya, ekonomi, serta pelayanan kesehatan yang diterima oleh ibu hamil.

E.  Faktor-Faktor Resiko Dalam Pelayanan Kebidanan
Faktor-faktor resiko bagi kematian ibu hamil dapat di klasifikasikan menjadi 4 kategori :
1.      Faktor-faktor Reproduksi
a)  Usia
Umumnya usia wanita untuk hamil normal adalah 20-35 tahun. Jika kurang dari 20 tahun atau lebih dari 30 tahun, maka akan terdapat faktor risiko yang lebih tinggi yang dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi.
b)  Paritas
Semakin banyak paritas dari seorang wanita, maka semakin tinggi resikonya untuk mengalami komplikasi.
c)  Kehamilan tak di inginkan
KTD atau kehamilan tak dinginkan, dalam hal ini sangat beresiko tinggi. Karena bisa saja calon orang tua, terutama calon ibu akan berusaha untuk melakukan terminasi kehamilan, yang selanjutnya akan menimbulkan komplikasi-komplikasi lain.
2.      Faktor-faktor resiko kehamilan
a)  Perdarahan pada abortus spontan
Dimana terjadi perdarahan ringan atau bercak yang menunjukkan ancaman terhadap kelangsungan suatu kehamilan. Dimana sebagian atau keseluruhan hasil konsepsi telah keluar melalui kavum uteri melalui kanalis servikalis.
b)  Kehamilan ektopik
Kehamilan ektopik ialah kehamilan dimana setelah fertilisasi, implantasi terjadi di luar endometrium kavum uteri. Hampir 90% kehamilan ektopik terjadi di tuba uterina.kehamilan ektopik dapat mengalami abortus atau ruptura apabila masa kehamilan berkembang melebihi kapasitas ruang implantasi (misalnya : tuba).
c)  Perdarahan pada trimester III kehamilan
Untuk menurunkan angka kematian ibu di indonesia, departemen kesehatan melakukan strategi agar semua asuhan antenatal dan sekitar 60% dari keseluruhan persalinan dilayani oleh tenaga kesehatan terlatih. Strategi ini dilaksanakan untuk dapat mengenali dan menaggulangi gangguan kehamilan dan persalinan sedini mungkin. Penyiapan sarana pertolongan gawat darurat merupakan langkah antisipasi terhadap komplikasi yang mungkin mengancam keselamatan ibu. Adapun masalah yang sering ditemukan dalam trimester III kehamilan adalah Perdarahan pada kehamilan diatas 22 minggu hingga menjelang persalinan, perdarahan intrapartum, dan prematuritas serta mortalitas perinatal.
d)  Perdarahan post partum
Adalah perdarahan yang melebihi 500 ml. Ditandai dengan perubahan tanda vital pasien mengeluh lemah, berkeringat dingin, mengigil, sesak nafas, sistolik kurang dari 90 mmHg, nadi lebih dari 100 kali/menit, kadar HB kurang dari 8 gr % .
e)  Infeksi nifas
Infeksi Puerperalis, dalah infeksi pada traktus genetalia setelah persalinan, biasanya dari endometrium bekas insersi plasenta.
f)   Distosia bahu
Adalah suatu keadaan dimana tertahannya bahu bayi pada jalan lahir saat persalinan, dikarenakan ada masalah tertentu.
g)  Abortus Provokatus
Abortus yang terjadi dengan sengaja.
 3.Faktor-faktor Pelayanan Kesehatan
a)  Kesukaran untuk memperoleh pelayanan kesehatan maternal
b)  Asuhan medis yang kurang baik
c)  Kekurangan tenaga terlatih dan obat-obat esensial
d)  Faktor-faktor sosial budaya
    1)   Kemiskinan dan ketidakmampuan membayar pelayanan yang baik
   2)   Ketidaktahuan dan kebodoha
   3)   Status wanita yang rendah
   4)   Pantangan makan tertentu pada wanita hamil.
Faktor-Faktor Resiko Dalam Pelayanan Kebidanan

Faktor-faktor resiko bagi kematian ibu dikelompokkan menjadi 4 kategori :
     1.Faktor –faktor reproduksi
a.   Usia
b.   Paritas
c.    Kehamilan yang tak diinginkan
2.Faktor-faktor komplikasi kehamilan
a.     Perdarahan pada abortus spontan
b.    Kehamilan ektopik
c.     Perdarahan pada trimester III kehamilan
d.    Infeksi nifas
e.     Gestosis
f.     Distosia
g.     Abortus profokatus
3.Faktor pelayanan kesehatan
a)    Kesukaran untuk mendapat pelayanan medis
b)    Asuhan medis yang kurang baik
c)    Kekurangan tenaga terlatih dan obat-obat esensial
4.Faktor sosia budaya
1.     kemiskinan dan ketidakmampuan membayar pelayanan yang baik
2.    ketidak tahuan dan kebodohan
3.    kesulitan transportasi
4.    status wanita yang rendah
5.    pantangan makanan tertentu pada wanita hamil

Untuk menangani masalah kesehatan ibu Depkes dengan bantuan WHO,UNICEF dan UNDP sejak th1990-1991 telah melaksanakan program safe motherhood,Upaya intervensi dalam program tersebut dinamakan 4 pilar Safe motherhood adalah :
1.     Keluarga berencana
2.    Pelayanan ANC
3.    Persalinan yang aman
4.    Pelayanan kebidanan esensiall

0 komentar:

Posting Komentar