Minggu, 01 Juni 2014

ASUHAN INTRANATAL




A.    Standar pelayanan kebidanan

1.      Asuhan saat persalinan

Bidan menilai secara tepat bahwa persalinan sudah mulai, kemudian memberikan asuhan dan pemantauan yang memadahi, dengan memperhatikan kebutuhan klien, selama proses persalinan berlangsung.

2.      Persalinan yang aman

Bidan melakukan pertolongan persalinan yang aman dengan sikap sopan dan penghargaan terhadap klien serta memperhatikan tradisi setempat.

3.      Pengeluaran plasenta dengan penegangan tali pusat

Bidan melakukan penegangan tali pusat dengan benar untuk membantu pengeluaran plasenta dan selaput ketuban secara lengkap

4.      Penanganan kala II dengan gawat janin melalui episiotomi.

Bidan mengenali secara tepat tanda-tanda gawat janin pada kala II yanglama, dan segera melakukan episiotomi dengan aman untuk memperlancar persalinan, diikuti dengan penjahitan perineum

B.     Persiapan Bidan

Sampai saat ini belum ada pendidikan khusus untuk menghasilkan tenaga bidan yang berkerja di komunitas. di indonesia pendidikan bidan yang ada sekarang diarahkan untuk menghasilkan bidan yang mampu bekerja di desa.Bidan yang bekerja di desa, puskesmas, maupun puskesmas pembantu dilihat dari tugas-tugasnya berfungsi sebagai bidan komunitas. Persiapan bidan dalam memberikan asuhan intranatal di komunitas adalah harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya terutama dari segi kompetensi, sehingga dapat memberikan pelayanan persalinan yang bersih dan aman serta tahu saat yang dapat untuk merujuk kasus-kasus kegawatdaruratan. Dengan demikian bisa menyelamatkan ibu dan bayi dan dapat menurunkan AKI. Persiapan bidan meliputi: (Saefudin, 2002)

1.          Menilai secara tepat bahwa persalinan sudah dimulai, kemudian memberikan asuhan dan pemantauan yang memadai dengan memperhatikan kebutuhan ibu selama proses persalinan.

2.         Mempersiapkan ruangan yang hangat dan bersih serta nyaman untuk persalinan dan kelahiran bayi

3.         Persiapan perlengkapan, bahan-bahan dan obat-obatan yang diperlukan dan pastikan kelengkapan jenis dan jumlah bahan-bahan yang diperlukan serta dalam keadaan siap pakai pada setiap persalinan dan kelahiran bayi.

4.        Mempersiapkan persiapan rujukan bersama ibu dan keluarganya. Karena jika terjadi keterlambatan untuk merujuk ke fasilitas yang lebih memadai dan membahayakan keselamatan ibu dan bayinya. Apabila itu dirujuk, siapkan dan sertakan dokumentasi asuhan yang telah diberikan.

5.         Memberikan asuhan sayang ibu, seperti memberi dukungan emosional, membantu pengaturan posisi ibu, memberikan cairan dan nutrisi, memberikan keleluasan untuk menggunakan kamar mandi secara teratur, serta melakukan pertolongan persalinan yang bersih dan aman dengan teknik pencegahan infeksi.



C.    Persiapan rumah dan lingkungan

Ruangan atau lingkungan dimana proses persalinan akan berlangsung harus memiliki:

1.        Tersedia ruangan yang bersih dan layak 

2.      Terdapat sumber air bersih, air panas dan air dingin

3.      Tersedianya penerangan yang baik, ranjang sebaiknya diletakan ditengah-tengah ruangan agar mudah didekati dari kiri maupun kanan,dan cahaya sedapat mungkin tertuju pada tempat persaalinan.

4.      Terdapat fasilitas telepon yang bisa diakses untuk menghubungi ambulan jika diperlukan saat melakukan rujukan atau tersedianya mobil yang bisa digunakan saat diperlukan untuk merujuk. Persiapan untuk mencegah terjadinya kehilangan panas tubuh berlebihan,perlu disiapkan juga lingkungan yang sesuai bagi bayi baru lahir dengan memastikan bahwa ruangan bersih, hangat, pencahayaan yang cukup dan bebasdari tiupan angin. Apabila lokasi tempat tingggal ibu di daerah pegunungan atau yang beriklim dingin, sebaiknya sediakan minimal 2 selimut, kain atau handuk yang kering dan bersih untuk mengeringkan dan menjaga kehangatan tubuh bayi.

Pada intinya untuk persiapan Rumah dan lingkungan dapat dibedakan menjadi berikut :

1.        Situasi dan Kondisi

Situasi dan kondisi yang harus diketahui oleh keluarga, yaitu : 

a.      Rumah cukup aman dan hangat

b.      Tersedia ruangan untuk proses persalinan

c.       Tersedia air mengalir

d.      Terjamin kebersihannya

e.      Tersedia sarana media komunikasi

2.      Rumah

Tugas bidan adalah mengecek rumah sebelum usia kehamilan 37 minggu dan syarat rumah diantaranya :

a.      Ruangan sebaiknya cukup luas

b.      Adanya penerangan yang cukup

c.      Tempat nyaman

d.      Tempat tidur yang layak untuk proses persalinan











D.    Persiapan alat / bidan kit

Perlengkapan yang harus disiapkan oleh keluarga untuk melakukan persalinan di rumah :

Persiapan untuk pertolongan persalinan

a.       Tensimeter

b.      Stetoskop

c.       Monoaural

d.       Jam yang mempunyai detik

e.        Termometer

f.        Partus set

g.      Heacting set

h.      Bahan habis pakai (injeksi oksitosin, lidokain, kapas, kasa, detol/lisol)

i.        Set kegawatdaruratan

j.        Bengkok

k.      Tempat sampah basah,kering dan tajam

l.        Alat –alat proteksi diri

E.     Persiapan  ibu dan keluarga

Persalinan adalah saat yang menegangkan bahwa dapat menjadi saat yang menyakitkan dan menakutkan bagi ibu. Upaya untuk mengatasi gangguan emosional dan pengalaman yang menegangkan dapat dilakukan dengan asuhan sayang ibu selama proses persalinan. Adapun persiapan ibu dan keluarga diantaranya:

1.        Waskom besar

2.      Tempat/ember untuk penyediaan air

3.      Kendil atau kwali untuk ari-ari

4.      Tempat untuk cuci tangan (air mengalir)+sabun+handuk kering

5.       Satu kebaya (daster)

6.      Dua kain panjang, satu untuk ibu dan satu untuk ditaruh diatas alas plastik atau karet.

7.       BH menyusui

8.      Pembalut

9.      Satu handuk

10.   Sabun

11.     Dua waslap.

12.    Perlengkapan pakaian bayi

13.    Selimut bayi

14.   Kain halus atau lunak untuk mengeringkan dan membungkus bayi



F.     Manajemen Kebidanan Pada Ibu Intra Natal

Asuhan intranatal yang diberikan harus baik dan benar sesuai dengan standar, sehingga dapat membantu menurunkan angka kematian atau kesakitan ibu dan bayi.

1.        Intranatal Di Rumah

a.       Asuhan Persalinan Kala I

Bertujuan untuk memberikan pelayanan kebidanan yang memadai dalam pertolongan persalinan yang bersih dan aman. Bidan perlu mengingat konsep tentang konsep sayang ibu, rujuk bila partograf melewati garis waspada atau ada kejadian penting lainnya.

b.      Asuhan Persalinan Kala II

Bertujuan memastikan proses persalinan aman, baik untuk ibu maupun bayi. Bidan dapat mengambil keputusan sesegera mungkin apabila diperlukan rujukan.

c.       Asuhan Persalinan Kala III

Bidan sebagai tenaga penolong harus terlatih dan terampil dalam melakukan manajemen aktif kala III. Hal penting dalam asuhan persalinan kala III adalah mencegah kejadian perdarahan, karena penyebab salah satu kematian pada ibu.

d.      Asuhan Persalinan Kala IV

Asuhan persalinan yang mencakup pada pengawasan satu sampai dua jam setelah plasenta lahir. Pengawasan/observasi ketat dilakukan pada hal-hal yang menjadi perhatian pada asuhan persalinan kala IV.

2.      Kegawatdaruratan Persalinan

a.        Jangan menunda untuk melakukan rujukan

b.      Mengenali masalah dan memberikan instruksi yang tepat

c.       Selama proses merujuk dan menunggu tindakan selanjutnya lakukan pendampingan secara terus menerus

d.       Lakukan observasi Vital Sing secara ketat

e.        Rujuk segera bila terjadi Fetal Distress

f.       Apabila memungkinkan, minta bantuan teman untuk mencatat riwayat kasus dengan singkat