1. Pengertian
Suatu keadaan
dimana sebagian besar tulang tengkorak dan otak tidak terbentuk.
merupakan suatu kelainan tabung syaraf yang terjadi pada awal perkembangan
janin yang menyebabkan kerusakan pada jaringan pembentuk
otak. Anencephalus terjadi jika tabung saraf sebelah atas gagal menutup.
2 Etiologi
Penyebab
anencephalus antara lain : faktor mekanik, faktor infeksi, faktor obat, faktor
umur ibu, faktor hormonal. Faktor radiasi, faktor gizi dan lainnya.
Faktor resiko terjadinya anencephalus adalah : faktor ibu usia resti, riwayat
anencephalus pada kehamilan sebelumnya, hamil dengan kadar asam folat rendah,
fenilketonuria pada ibu yang tidak terkontrol, kekurangan gizi (malnutrisi),
mengonsumsi alkohol selama masa kehamilan.
3. Gejala
Gejala janin yang
dikandung mengalami anencephalus jika ibu hamil mengalami polihidramnion
(cairan ketuban di dalam rahim terlalu banyak), bayi tidak memiliki tulang
tengkorak tidak memiliki otak (hemisfer serebri dan serebelum), terdapat
kelainan gambaran (rancu) tengkorak kepala pada pemeriksaan USG.Untuk menegakan
diagnosa selain dari tanda dan gejala, maka pemeriksaan yang biasa dilakukan
adalah kadar asam lemak dalam serum ibu hamil, amniosentesis (untuk mengetahui
adanya peningkatan kadar alfa-fetoprotein) kadar alfa-fetoprotein meningkat
(menunjukkan adanya kelainan tabung saraf) kadar estriol pada urine ibu, kadar
estriol dalam urine lakukan, USG.
4. Diagnosis
Pada palpasi tidak
dapat ditentukan dimana letaknya kepala (kedua ujung badan lunak), tekanan pada
tengkorak waktu toucher menyebabkan gerakan yang tak beraturan dan bunyi
jantung menjadi lambat. Diagnosis anencephalus dapat dilakukan dalam dua tahap
yaitu : diagnosis antenatal dan diagnosa postnatal. Diagnosa antenatal umumnya
bila ibu hamil dengan faktor resiko kelainan kongenital. Diagnosis prenatal
bila kelainan kongenital sudah positif ditemukan.
5. Prognosis
Prognosis untuk kehamilan dengan anencephalus sangat
sedikit. Jika bayi lahir hidup, maka biasanya akan mati dalam beberapa jam atau
hari setelah lahir.
6. Pengaruh Pada Kehamilan
a.
Sering menimbulkan kehamilan serotin, biasanya disertai hydramnion, anak
sering lahir dengan letak muka, badan anak kadang kadang besar dan menimbulkan
kesukaran waktu bahu lahir.
b.
Perawatan dan Penanganan janin/bayi baru lahir dengan anencephalus
c. Perawatan bayi anencephalus akan ditujukan untuk memebrikan dukungan
emosional kepada keluarga, karena tidak ada pengobatan untuk anencephalus,
kurangnya pembentukan otak, sekitar 75% dapat menyebabkan bayi lahir mati dn
sisanya 25% bayi mati dalam beberapa jam, hari atau minggu setelah lahir.
Resiko terjadinya anencephalus bisa dikurangi dengan meningkatnya asupan asam
folat minimal 3 bulan sebelum hamil selama kehamilan bulan pertama. Kembar siam adalah keadaan anak kembar yang tubuh keduanya bersatu. Hal ini
terjadi apabila zigot dari bayi kembar identik gagal terpisah secara sempurna.
Kemunculan kasus kembar siam diperkirakan adalah satu dalam 200.000 kelahiran.
Yang bisa bertahan hidup berkisar antara 5% dan 25%, dan kebanyakan (75%)
berjenis kelamin perempuan. Istilah kembar siam berawal dari pasangan kembar
siam terkenal Chang dan Eng Bunker (1811-1874) yang lahir di Siam (sekarang
Thailand). Kasus kembar siam tertua yang tercatat adalah Mary dan Eliza
Chulkhurst dari Inggris yang lahir di tahun 1100-an.
7. Pencegahan
a.
Wanita yang mempunyai keluarga dengan riwayat kelainan cacat
b.
Usahakan untuk tidak hamil jika usia ibu
sudah mencapai 40 tahun.
c. Lakukan antenatal care yang rutin dan usahakan
untuk melakukan USG minimal tiap trimester.
d.
Jalani pola hidup sehat.
e.
Penuhi kebutuhan akan asam folat.
f.
Jangan minum sembarang obat baik yang
belum ataupun sudah diketahui memberi efek buruk terhadap janin.
g.
Pilih makanan dan masakan yang sehat.
h.
Kalau ada infeksi infeksi TORCH segera
obati



2 komentar:
Trims infonya-penyakit yang sejak jaman belanda ada di Nusantara
Mau nanya nih,, kalo janin terdiagnosa anenchepalus gerakan nya selama di kandungan aktif juga nggak Dok???
Posting Komentar