1.
Pengertian
Hydrocephalus
adalah keadaan dimana terjadi penimbunan cairan serebrospinalis dalam ventrikel
otak, sehingga kepala menjadi besar serta terjadi pelebaran sutura-sutura dan
ubun-ubun.
Cairan yang tertimbun dalan
ventrikel biasanya antara 500-1500ml, akan tetapi kadang-kadang dapat mencapai
5 liter. Hydrosephalus sering kali disertai kelainan bawaan lain seperti
misalnya spina bifida. Hydrocephalus menimbulkan dystocia
bahkan ruptura uteri dan sering anak lahir dalam keadaan
sungsang karena kepala terlalu besar untuk masuk ke dalam pintu atas panggul.
2.
Etiologi
Hydrocephalus
dapat berhubungan dengan beberapa sebab termasuk cacat sejak lahir, pendarahan
di otak, infeksi, meningitis, tumor, atau cedera kepala. Banyak bentuk dari
hydrocephalus adalah hasil dari terhambatnya cairan cerebrospinal di ventrikel
(di otak bagian tengah). Pada cacat sejak lahir, kerusakan fisik dari aliran
cairan ke ventrikel biasanya menyebabkan hydrocephalus. Hydrocephalus biasanya
mendampingi cacat sejak lahir yang disebut spina bifida (meningomyelocele). Hydrosephalus
disebabkan oleh satu dari tiga fektor, yaitu:
a.
Produksi CSS yang berlebihan
b.
Obstruksi jalur CSS
c.
Gangguan absorpsi CSS
3.
Gejala
Gejala yang paling
nyata dari hydrocephalus adalah besar kepala yang abnormal. Hal ini terjadi
karena tekanan luar yang terus menerus pada otak dan temperung kepala dari hydrocephalus
sepanjang perkembangan dan pertumbuhan kepala.
4.
Diagnosis
Diagnosa dini
sangat penting karena kalau hydrocephalus telah dikenal terapinya, sederhana
sekali. Sebaliknya kalau
tidak dikenal menjadi malapetaka karena dapat terjadi ruptura uteri. Memang hydrocephalus merupakan salah satu penyebab
penting dari ruptura uteri. Ruptura uteri pada hydrocephalus dapat terjadi pada
pembukaan yang belum lengkap malahan dalam kehamilan. Kalau tulang-tulang tengkorak
tipis kadang-kadang tengkorak dapat ditekan kedalam, menimbulkan perasaan
seperti waktu menekan bola pingpong. (tanda bola pingong atau tanda perkamen)
Karena kepala besar, badan anak terdesak keatas dan bunyi jantung anak tedengar
pada tempat yang lebih tinggi dari biasa. Kalau pembukaan sudah besar dapat
teraba fontanel dan suture yang lebar sedangkan tulang tengkorak tipis mudah
tertekan kedalam oleh jari kita. Kadang-kadang menyerupai ketuban.
Pada foto rongsen nampak kepala yang besar dan karena
tulang-tulang tengkorak tipis, garis batas tengkorak sangat tipis dan kurang
jelas. Pada
letak sungsang diagnosa jauh lebih sulit dan sering baru diketahui kalau badan
anak sudah lahir, dan kepala tidak dapat dilahirkan apalagi kalau ada spina
bivida. Ada saat ini diatas symphyse teraba tumor yang besar. Pada letak
sungsang lebih jarang terjadi ruptura uteri. Penilaian foto rongten tidak
boleh berdasarkan besarnya kepala saja tapi juga pada :
a.
Bentuk
kepala yang pada hydocephalus bundar dan pada tengkorak normal agak lonjong.
b.
Pada
perbandingan antara bagian tengkorak dan bagian muka.
c.
Pada
tebalnya tulang tengkorak yang hanya memberikan bayangan yang tipis pada
hydrocephalus.
Harus di ingat akan
kemungkinan hydrocephalus kalau:
a.
Kepala
tetap tinggi walaupun panggul baik dan his kuat
b.
Kepala
tetap dapat digoyangkan dan sangat lebar pada perabaan.
c.
Kalau
nampak ada spina bivida pada tubuh yang sudah lahir pada letak sungsang
5.
Prognosis
Bahaya
yang terbesar adalah ruptura uteri.
6.
Pengobatan
Setelah diagnosis
dibuat maka pada anak yang hidup dilakukan punksi dengan jarum yang panjang dan
besar segera setelah pembukaan cukup besar (pembukaan 2 jari) untuk
mengecilkannya. Dengan punksi, tengkorak mengecil dan selanjutnya persalinan
dapat berlangsung spontan. Pada anak yang mati dapat dilakukan perforasi. Setelah
anak lahir selalu harus dilakukan eksplorasi cavum uteri.
7.
Therapy
Tiga prinsip
pengobatan pada hydrocephalus:
a.
Mengurangi produksi cairan serebrospinal
b. Memperbaiki hubungan antara tempat produksi CSS dengan tempat absorbsi.
(menghubungkan ventrikel dengan subaraknoid).
c.
Pengeluaran CSS kedalam organ ekstrakranial


