1. Melinda Kurniasari sebagai Bidan
2. Melyawati sebagai ibu Sinta
3. Mufanunik sebagai ibu Tina
4. Noni Dwi Riztanti sebagai ibu Ria
5. Novi Karimah sebagai ibu Tati
6. Novi Ratinah sebagai ibu Yuni
7. Novita sebagai operator dan
prolog
Pada suatu hari ibu tina bertemu dengan salah seorang kader,
bernama ibu Ria di jalan yang baru pulang dari warung.
Ibu Tina : hi bu Ria, habis dari mana nih?
Ibu Ria : eh, bu Tina habis dari
warung beli keperluan dapur.
Ibu Tina : oh, pantes saja mukanya
berseri-seri, sedang banyak uang ya bu
Ibu Ria : ah,bu Tina bisa saja.
Ibu Tina : bu besok jangan lupa yah, ikut penyuluhan kader di rumah
bu Sinta.
Ibu Ria :
Lah, buat apa ikut penyuluhan segala.
Ibu Tina :
gimana sih bu, ibu kan sudah di tunjuk dan bersedia jadi kader.
Ibu Ria :
lah sekarang saya repot, anak saya gak ada yang ngurusin jadi sibuk gak ada
waktu buat ngurusin acara gitu.
Ibu Tina :
tapi bu kan sudah bersedia menjadi kader, jadi sudah kewajiban ibu untuk
mengikuti penyuluhan tersebut. Nanti anaknya bisa diajak bu, kalau tidak ada
yang ngurusin di rumah.
Ibu Ria :
lah ya, gak tau males lah, sibuk
Ibu Tina :
ya sudah lebih baik, ibu pikir-pikir dulu di rumah.
Ibu Ria :
ya ga janji lho.
Ibu Tina :
ya sudah bu, saya pulang dulu. Wassalam
Ibu Ria :
ya ati2
Dan akhirnya ibu Ria pun
memikirkannya, di rumah. Berkat nasehat suaminya ibu Ria pun ikut kader.
Pada hari Kamis di desa Sukamaju akan diadakan penyuluhan
kader, ibu Tina dan ibu Sinta pun sedang sibuk menyiapkan keperluan untu penyuluhan.
Ibu Tina :Bu, tumben ya jam segini bu yuni dan
yang lainnya belum dateng?
Ibu Sinta :Mungkin belum selesai beres-beres
rumahnya,tapi tadi katanya bisa ikut penyuluhan kok bu.
Ibu Tina :oh syukurlah kalau begitu.Gimana bu
sudah siap semua perlengkapan buat penyuluhan?
Ibu
Sinta :Alhamdulilah sudah siap Bu.
Ketika
ibu Tina dan ibu Sinta sedang sibuk mempersiapkan keperluan untuk penyuluhan, tiba-tiba
para kader pun berdatangan
Semua
kader :assalamu’alaikum......
Ibu
Sinta :walaikumsalam...eh ibu-ibu
sudah pada dateng?
Ibu
yuni :maaf bu saya datangnya
agak telat tadi baru selesai beres-beres.
Ibu Tina :ya bu ga papa ,tumben ni ko
datangnya bisa rame-rame.
Ibu
Tati :iya ni bu tadi kita ketemu
di jalan jadi ya sekalian bareng.
Ibu
Sinta :owh begitu..
Ibu
Ria :ngomong-ngomong
sudah pada beres ni bu.
Ibu
Tina :iya ni bu alhamdulilah
tinggal nunggu bu bidannya.
Akhirnya
bu bidanpun datang
Bu
bidan : Assalaumu’alaikum...
Para
kader : Wa’alaikum salam bu bidan,
mari bu.. silakan masuk bu
Bu bidan : Terima kasih bu, sebelumnya saya
mengucapkan banyak terima kasih kepada ibu-ibu sekalian yang sudah berkenan dan
menyempatkan waktunya untuk datang kesini. Baik ibu-ibu, sesuai dengan janji
kita kemarin, hari ini akan diadakan penyuluhan, benar begitu bu?
Bu
Sinta : Benar bu, hari ini akan
diadakan penyuluhan
Bu Bidan : Iya bu, saya disini akan mengadakan
penyuluhan, kita sama-sama belajar ya bu
Bu Yuni : Iya bu, agar wawasan kita juga
semakin luas sehingga kita bisa menjalankan tugas kita dengan baik
Bu bidan : Baik ibu-ibu, langsung saja disini
saya akan memberikan penyuluhan tentang pembinaan kader...sesuai peraturan yang
berlaku saat ini ya ibu-ibu persalinan harus berada di tempat pelayanan
kesehatan, jadi setiap ada ibu yang mau bersalin diusahakan untuk dibawa ke BPM
atau PKM terdekat ya bu.
Bu Ria :jadi sudah tidak boleh bersalin di
rumah sendiri ya bu?emang kenapa si bu kalo bersalin di rumah sendiri ga boleh?
Bu Bidan :begini bu, jika bersalin dirumah itu
kan alat-alatnya tidak lengkap bu, jadi apabila terjadi sesuatu dan membutuhkan
penanganan segera kan susah bu, misalnya jika membutuhkan infus segera kan
susah bu, apa ya harus ambil dulu di tempat bu bidan..jadinya kan malah hanya
membuang-buang waktu saja, bisa-bisa nyawa ibu tidak bisa tertolong.
Bu tati :oh
begitu ya bu jadi berbahaya ya jika bersalin di rumah.
Bu bidan : iya ibu berbahaya, untuk itu mari
kita besama-sama berjuang dan memberikan pengertian kepada ibu-ibu hamil agar
saat bersalin itu pada tenaga kesehatan langsung dan di fasilitas kesehatan
Bu Yuni : Baik ibu, karena kita sudah diberi
amanah utuk menjadi kader, aka berusaha
membujuk ibu-ibu haml agar bersalin di tenaga kesehatan dan fasilitas
kesehatan dan tidak bersalin di rumah
Bu bidan : Baik ibu, selanjutnya saya akan
memberikan penyuluhan tentang tanda bahaya kehamilan dan nifas
Bu
Sinta : Memangnya apa saja bu
tanda bahaya kehamilan dan nifas?
Bu bidan : Pertanyaan yang bagus bu, nanti aya
akan jelaskan ya, tapi sebelumnya mungkin ibu-ibu disini ada yang tau tanda
bahayanya apa saja?
Bu
Tina : Mungki kaya perdarahan bu
Bu bidan : iya bagus sekali bu, itu benar salah
satu tanda bahaya pada kehamilan, mungkin ada yang lain lagi?
Bu
Tati : ga ada yang tau bu.
Bu bidan : Baiklah, lansung saja akan saya
jelaskan ya, tanda bahaya pada kehamilan itu antara lain ada mual-muntah
berlebihan, perdarahan, pusing jika dibawa istirahat tidak hilang, pandangan
mata kabur, nyeri ulu hati, ketuban pecah sebelum waktunya.
Bu Tati :jadi jika mual-muntah yang ga
berhenti-henti harus di periksakan ya bu? Itu di katakan berlebihan jika dalam
sehari berapa kali bu?
Bu
bidan :dikategorikan berlebihan
itu ika dala sehari lebih dari 10 kali bu.
Bu
yuni :tanda bahaya nifas apa
saja bu?
Bu Bidan :ya seperti darah nifas berbau,payudara
bengkak dan demam tinggi.Selama nifas
juga harus mengonsumsi makanan yang bergizi ya bu,seperti makan-makanan yang
tinggi protein agar lukanya cepat sembuh kan abis bersalin banyak
jaringan-jaringan yang terputus,juga mengonsumsi sayuran hijau,buah-buahan
supaya sehat.
Bu Santi :selain nifas apa waktu hamil perlu
banyak mengonsumsi makanan yang bergizi bu?
Bu Bidan :Iya bu, pada waku hamil harus banyak
mengkonsumsi makanan bergizi sebagai nutrisi ibu dan janin yang dikandungnya,
apalagi pada hamil muda harus banyak makanan bergizi karena pada waktu itu
pembentukan organ-organ janin dan pertumbuhan otak mulai terbentuk.
Bu
Tati :supaya janinnya sehat dan
pintar jika sudah besar nanti ya bu.
Bu Bidan :ya bu benar sekali.Oh ya bu selain itu
jika ibu sudah habis masa nifas ibu bisa menganjurkan para ibu-ibu yang habis
melahirkan untuk ber KB untuk mengatur jarak kehamilan agar tidak terlalu dekat.
Bu Sinta : baik bu, kita sebagai kader akan
berusaha buat memotivasi agar ibu-ibu di desa ini mau ber KB
Bu bidan : terima kasih bu untuk kerjasamanya,
oya selain itu tugas sebagai kader itu melakukan pencatatan kelahiran dan
kematian ibu dan bayi agar kita tahu bayi yang lahir maupun meninggal, dan ibu
yang meninggal akibat persalianan, selain itu
sebagai bukti pendokumentasian untuk dilaporkan kepada atasan. Bagaimana
ibu, sudah jelas atau belum?
Bu Yuni : ya sudah bu, terim kasih atas
ilmunya, sehingga kami memperoleh wawasan dan manambah pengetahuan.
Bu Bidan : baik bu, untuk mengakhirinya, mari
ita membaca hamdallah bersama-sama.....
Para
kader :alhamdulilahirobil alamin
Bu Bidan :cukup sekian penyuluhan hari ini
,semoga bermanfaat,kurang lebihnya mohon maaf...wassalamu’alaikum ....
Akhirnya
penyuluhan berjalan dengan lancar dan selesai...


